Cara Mengatasi Tinta Printer Epson LX 310 Putus-Putus Saat Cetak Nota NCR Rangkap 3
Tinta printer Epson LX 310 yang putus-putus saat mencetak nota NCR rangkap 3 bikin hasil tembusan tidak terbaca. Ini penyebab paling sering dan langkah perbaikan yang bisa langsung dicoba di lantai produksi.
Oleh Indra Fani5 menit baca
Nota NCR rangkap 3 keluar dari printer dengan tembusan yang pucat, ada baris yang hilang, atau angka total belanja tidak terbaca di lembar kedua dan ketiga. Pelanggan komplain, kasir harus menulis ulang manual. Sering terjadi di jam sibuk saat antrean nota menumpuk.
Printer dot matrix seperti Epson LX 310 memang masih jadi tulang punggung percetakan nota di Indonesia. Harganya murah, pita ribbon-nya gampang dicari, dan bisa menembus kertas NCR tanpa perlu pemanasan. Masalahnya, mesin ini sensitif terhadap posisi kepala cetak dan kondisi pita. Sedikit saja jarak head terlalu jauh dari platen, hasil cetak langsung putus-putus.
Kenapa tembusan rangkap 3 paling sering kena masalah tinta putus
Lembar pertama nota NCR umumnya 55–70 gsm, sementara lembar kedua dan ketiga lebih tipis. Untuk menembus tiga lapis kertas sekaligus, jarum print head harus memukul dengan tekanan cukup. Kalau jarak antara head dan platen terlalu lebar, tenaga pukulan habis di lembar pertama. Lembar kedua pucat, lembar ketiga nyaris tidak terbaca.
Ada tiga penyebab yang paling sering ditemui:
- Pita ribbon sudah aus. Pita Epson LX 310 yang dipakai mencetak 300–500 nota biasanya mulai memudar. Karet pita yang mengeras tidak lagi mentransfer tinta dengan merata.
- Gap head terlalu lebar. Tuas pengatur jarak di sisi kiri printer punya beberapa posisi. Kalau disetel untuk kertas tipis lalu dipakai cetak NCR rangkap 3, hasilnya pasti putus.
- Platen kotor atau keras. Karet platen yang sudah mengeras karena usia tidak lagi menekan kertas dengan rata, sehingga jarum memukul di ketinggian berbeda-beda.
Bayangkan pesanan 200 lembar nota dari satu pelanggan toko. Kalau tembusan gagal di 30 lembar terakhir karena pita mulai habis, Anda harus cetak ulang seluruh batch. Kertas NCR tidak bisa dihapus dan dicetak ulang di lembar yang sama.
Menyetel gap dan mengganti pita sebelum menyalahkan mesin
Langkah pertama selalu cek tuas gap. Di Epson LX 310, tuas kecil di sisi kiri depan punya posisi 1 sampai 5. Untuk nota NCR rangkap 3, posisi 3 atau 4 biasanya paling pas. Coba cetak satu lembar, lihat tembusan lembar ketiga. Kalau masih pucat, naikkan satu tingkat. Jangan langsung ke posisi 5 karena jarum bisa cepat aus dan pita lebih cepat koyak.
Ganti pita ribbon kalau sudah terlihat belang. Pita original Epson harganya sekitar Rp35.000–Rp50.000, pita compatible sekitar Rp15.000–Rp25.000. Pita murah bisa dipakai, tapi biasanya hanya kuat 200–300 nota sebelum tembusan melemah. Untuk produksi nota harian, hitung ulang berapa lembar per pita supaya tidak kehabisan di tengah order.
Bersihkan platen dengan kain lembap. Kalau karetnya sudah keras dan retak halus, platen perlu diganti. Biaya ganti platen di servis printer biasanya Rp150.000–Rp250.000 termasuk jasa. Ini investasi yang lebih murah daripada terus mencetak ulang nota gagal.
Mengatur ulang posisi kertas dan tekanan head
Kertas NCR rangkap 3 yang tidak rata saat masuk traktor feeder bikin hasil cetak miring dan tembusan tidak konsisten. Pastikan lubang traktor di kedua sisi kertas terpasang di gigi yang sama. Kertas yang sedikit miring akan membuat jarum menekan di area berbeda, sehingga lembar ketiga kadang terbaca, kadang tidak.
Cek juga posisi head gap adjustment di menu printer. Beberapa unit LX 310 punya pengaturan tambahan lewat DIP switch di bagian belakang. Untuk kertas multi-part, setelan pabrik biasanya sudah cukup, tapi kalau printer pernah dipakai cetak kertas sangat tipis, setelan bisa berubah.
Kalau semua setelan sudah benar tapi tembusan masih putus, coba ganti kertas NCR ke gramasi yang lebih seragam. Kertas NCR murah kadang punya lapisan karbon yang tidak merata antar lembar. Ini bukan salah printer, tapi kualitas bahan yang dipakai.
Mencatat pemakaian pita dan kertas NCR supaya tidak kehabisan di tengah order
Percetakan yang mencetak nota dalam jumlah besar perlu tahu kapan pita harus diganti. Mencatat pemakaian pita per batch nota membantu menghindari cetak ulang. Begitu juga stok kertas NCR rangkap 3 — kalau tinggal setengah rim sementara order masuk 500 lembar, Anda tahu harus beli sebelum mulai cetak.
Pencatatan seperti ini bisa dijalankan lewat aplikasi kasir percetakan yang mencatat pemakaian bahan per order dan menghitung sisa stok otomatis. Untuk penomoran nota yang berurutan antar batch, nomorator online membantu menjaga urutan nomor tetap konsisten meski cetak dilakukan di beberapa sesi berbeda.
Langkah yang bisa dilakukan hari ini sebelum order nota berikutnya
Sebelum menerima order nota NCR rangkap 3 berikutnya, luangkan 15 menit untuk tiga hal. Pertama, cetak satu lembar uji dengan setelan gap posisi 3 dan 4, bandingkan tembusan lembar ketiga. Kedua, ganti pita kalau sudah lebih dari 300 nota sejak pemasangan terakhir. Ketiga, periksa karet platen, apakah masih kenyal atau sudah mengeras.
Kalau ketiga hal ini rutin dicek, tinta putus-putus pada nota NCR jarang terjadi. Masalahnya bukan pada printer Epson LX 310 yang sudah tua, tapi pada setelan dan bahan habis pakai yang tidak dipantau. Nota yang tembusannya jelas di lembar ketiga adalah alasan pelanggan kembali memesan.
Untuk percetakan yang mencetak nota dalam volume harian, pencatatan pemakaian pita, kertas NCR, dan nomor urut nota sebaiknya tidak lagi manual di buku. InkPoint.id adalah platform manajemen bisnis digital printing dan percetakan yang bisa membantu mencatat pemakaian bahan, stok, dan penomoran nota dalam satu tempat, sehingga cetak ulang akibat tembusan gagal bisa ditekan.
Topik: printer Epson LX 310, nota NCR, cetak nota rangkap, tips percetakan, manajemen percetakan
