Software ERP Percetakan yang Mengerti Alur Cetak
InkPoint adalah ERP untuk percetakan dan digital printing yang menyatukan order, produksi, stok bahan, kasir, dan keuangan dalam satu sistem. Tanpa lisensi mahal, tanpa implementasi berbulan-bulan.
Apa Itu ERP Percetakan?
ERP percetakan (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang menyatukan seluruh proses bisnis percetakan — mulai dari order masuk, perencanaan produksi, stok bahan, pembelian, transaksi kasir, sampai laporan keuangan — ke dalam satu database yang saling terhubung.
Perbedaannya dengan aplikasi kasir biasa terletak pada cakupan. Aplikasi kasir berhenti ketika pelanggan membayar. Sistem ERP meneruskan transaksi itu: order otomatis masuk antrean produksi, pemakaian bahan mengurangi stok, biaya produksi dihitung, dan hasilnya muncul di laporan laba rugi — semuanya tanpa satu pun input ulang.
Yang membuat ERP untuk percetakan berbeda dari ERP industri lain adalah cara menghitungnya. Di percetakan, harga ditentukan per ukuran atau per meter persegi, bukan per pcs. Satu nota bisa berisi beberapa bahan dengan tahap finishing yang berbeda. Dan barang tidak langsung jadi saat dibayar — ada rentang waktu produksi yang harus dipantau. ERP generic tidak mengenal pola ini tanpa kustomisasi mahal.
InkPoint dibangun khusus untuk industri cetak Indonesia, sehingga seluruh alur di atas sudah tersedia sejak hari pertama pemakaian. Butuh gambaran modul per modul? Lihat daftar fitur lengkap InkPoint.
Enam Modul ERP Percetakan yang Saling Terhubung
Bukan enam aplikasi terpisah yang disatukan paksa. Satu data mengalir dari kasir ke produksi, ke stok, lalu ke keuangan secara otomatis.
Sales & Order Management
Semua pesanan masuk ke satu pintu
- Order dari kasir, WhatsApp, dan website masuk ke antrean yang sama
- Harga otomatis dari ukuran, bahan, dan finishing
- Penawaran, DP, dan pelunasan tercatat per pelanggan
- Riwayat repeat order siap dipakai untuk follow up
Production Planning
Antrean mesin dan operator terkendali
- Jadwal produksi per mesin dan per operator
- Status berjalan: antre → desain → cetak → finishing → selesai
- Catatan reject dan ulang cetak beserta penyebabnya
- Peringatan otomatis untuk order mendekati deadline
Inventory & Purchasing
Stok bahan bergerak sendiri
- Stok berkurang otomatis begitu order masuk produksi
- Batas minimum per bahan dengan notifikasi restock
- Purchase order ke supplier beserta riwayat harganya
- Nilai persediaan selalu terbarui untuk laporan aset
Point of Sale (POS)
Meja depan terhubung ke sistem yang sama
- Kasir mencetak nota tanpa menghitung manual
- Shift kasir, kas laci, dan setoran tercatat rapi
- Pembayaran tunai, transfer, dan QRIS dalam satu rekap
- Transaksi langsung menjadi order produksi
Finance & Accounting
Angka yang bisa dipakai mengambil keputusan
- Laba rugi otomatis tanpa tutup buku manual
- Harga pokok produksi terhitung per order
- Piutang pelanggan lengkap dengan jatuh temponya
- Laporan siap dipakai untuk pengajuan modal ke bank
Multi Cabang & Laporan
Satu dashboard untuk semua outlet
- Pantau omzet tiap cabang dari satu layar
- Transfer stok bahan antar cabang tercatat
- Hak akses berbeda untuk owner, admin, dan operator
- Laporan konsolidasi maupun per outlet
Kapan Usaha Percetakan Butuh Sistem ERP?
Kalau dua dari empat tanda berikut sudah Anda alami, pencatatan terpisah biasanya sudah lebih mahal daripada biaya berlangganan ERP-nya sendiri.
Order sudah lebih dari 30 per hari
Di volume ini pencatatan manual mulai bocor. Ada order yang terlewat, ada yang dikerjakan dua kali, dan tidak ada yang tahu pasti sampai pelanggan menagih.
Data tersebar di beberapa tempat
Kasir punya buku sendiri, produksi punya papan tulis, keuangan punya Excel. Setiap laporan harus disatukan manual dan angkanya sering tidak cocok.
Sudah punya atau akan buka cabang
Begitu ada outlet kedua, Anda butuh sistem ERP terpusat. Tanpa itu, setiap cabang tumbuh dengan cara kerja dan harga yang berbeda-beda.
Tidak tahu laba per pekerjaan
Omzet naik tapi kas tetap tipis. Selama harga pokok produksi belum dihitung per order, Anda tidak tahu pekerjaan mana yang sebenarnya menggerus untung.
Belum sampai tahap itu dan baru butuh merapikan pencatatan harian? Mulai dari aplikasi percetakan InkPoint, lalu naik ke modul ERP penuh tanpa pindah sistem.
ERP Percetakan vs Excel, POS, dan ERP Generic
Tiga alternatif yang biasanya dipertimbangkan pemilik percetakan, dan di mana masing-masing berhenti.
| Kebutuhan | Excel | Aplikasi kasir / POS | ERP generic | InkPoint ERP |
|---|---|---|---|---|
| Harga per ukuran / m² | Rumus manual | Umumnya per pcs | Perlu kustomisasi | Bawaan sistem |
| Antrean produksi | Tidak ada | Tidak ada | Ada, tapi generik | Sesuai alur cetak |
| Stok bahan otomatis | Dihitung manual | Terbatas | Ada | Otomatis dari order |
| Laba per order | Jarang dihitung | Tidak ada | Ada | Otomatis per order |
| Multi cabang | File terpisah | Terbatas | Ada | Terpusat satu dashboard |
| Waktu implementasi | Instan tapi rapuh | Beberapa hari | Berbulan-bulan | Sekitar 1 hari |
| Biaya awal | Murah | Sedang | Lisensi besar | Langganan bulanan |
Butuh sisi kasirnya saja lebih dulu? Lihat aplikasi kasir percetakan InkPoint — modulnya sudah termasuk saat Anda naik ke ERP penuh.
Implementasi ERP Tanpa Menghentikan Produksi
Alasan paling sering pemilik percetakan menunda ERP adalah takut operasional berhenti. Empat langkah ini dirancang supaya toko tetap jalan selama perpindahan.
Pemetaan alur kerja
Tim kami memetakan alur order, produksi, dan keuangan percetakan Anda yang berjalan sekarang — bukan memaksakan alur bawaan sistem.
Migrasi data
Daftar pelanggan, bahan, harga, dan stok berjalan dipindahkan ke ERP. Rata-rata selesai dalam satu hari kerja.
Pelatihan tim
Kasir, operator produksi, dan admin dilatih sesuai perannya masing-masing. Sekitar 1–2 jam per peran karena tampilannya dibuat sederhana.
Pendampingan berjalan
Bulan pertama didampingi tim lokal berbahasa Indonesia lewat WhatsApp, sampai seluruh modul benar-benar terpakai harian.
Pertanyaan Seputar ERP Percetakan
Apa itu ERP percetakan?
ERP percetakan adalah sistem yang menyatukan seluruh proses bisnis percetakan — order masuk, perencanaan produksi, stok bahan, pembelian ke supplier, transaksi kasir, sampai laporan keuangan — ke dalam satu database. Bedanya dengan aplikasi kasir biasa, ERP tidak berhenti di transaksi penjualan: satu order yang dicatat di depan langsung menggerakkan antrean produksi, mengurangi stok bahan, dan masuk ke laporan laba rugi tanpa input ulang.
Apa bedanya ERP percetakan dengan aplikasi kasir atau POS?
POS hanya menangani sisi penjualan: mencatat transaksi, menerima pembayaran, dan mencetak nota. ERP mencakup seluruh operasional, termasuk perencanaan produksi, pengelolaan stok bahan, pembelian, keuangan, dan pelaporan multi cabang. InkPoint menggabungkan keduanya — modul POS-nya sudah termasuk di dalam ERP, jadi Anda tidak perlu membeli dua sistem terpisah.
Kenapa tidak pakai ERP umum seperti software akuntansi biasa?
ERP umum tidak mengenal cara kerja percetakan. Harga di percetakan dihitung per meter persegi atau per ukuran custom, satu order bisa punya beberapa bahan dan tahap finishing, dan barang tidak langsung jadi saat dibayar. Menyesuaikan ERP generic ke alur ini biasanya butuh kustomisasi mahal dan berbulan-bulan. InkPoint dibangun khusus untuk industri cetak, jadi alur tersebut sudah tersedia sejak hari pertama.
Apakah usaha percetakan kecil sudah butuh ERP?
Belum tentu. Kalau order masih sedikit dan dikerjakan sendiri, aplikasi kasir percetakan biasanya sudah cukup. ERP mulai terasa perlu ketika Anda punya beberapa operator, stok bahan yang nilainya besar, atau berencana membuka cabang. InkPoint bisa dimulai dari paket kecil lalu naik ke modul ERP penuh tanpa pindah sistem dan tanpa kehilangan data.
Berapa biaya software ERP percetakan InkPoint?
InkPoint memakai model berlangganan bulanan, bukan biaya lisensi di muka yang biasanya menjadi hambatan terbesar ERP tradisional. Tidak ada biaya setup tersembunyi, dan Anda bisa mencoba seluruh modul gratis selama 14 hari tanpa kartu kredit sebelum memutuskan berlangganan.
Berapa lama implementasi ERP di percetakan?
Rata-rata satu hari kerja untuk migrasi data, ditambah 1–2 jam pelatihan per peran. Ini jauh lebih cepat dari ERP konvensional yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan, karena InkPoint berbasis cloud dan alur kerja percetakannya sudah jadi — tidak perlu dibangun dari nol.
Apakah ERP ini bisa dipakai untuk beberapa cabang?
Bisa. Seluruh cabang berjalan di satu sistem ERP terpusat dengan hak akses berbeda per peran. Anda bisa melihat laporan konsolidasi seluruh outlet sekaligus, atau membuka laporan per cabang, termasuk mencatat transfer stok bahan antar cabang.
Apakah perlu install dan butuh server sendiri?
Tidak. InkPoint berbasis cloud sehingga cukup dibuka lewat browser di komputer, tablet, atau HP. Anda tidak perlu membeli server, menyewa IT, atau mengurus backup — semuanya sudah termasuk dalam biaya berlangganan.
Satukan Operasional Percetakan Anda dalam Satu ERP
Coba seluruh modul ERP percetakan InkPoint gratis selama 14 hari. Tanpa kartu kredit, tanpa biaya lisensi di muka, dan tim kami membantu proses migrasi datanya.