Tips, tutorial, dan insight seputar digital printing, bisnis percetakan, dan teknologi ERP
Tips, tutorial, dan insight seputar digital printing, bisnis percetakan, dan teknologi ERP untuk membantu bisnis Anda berkembang.
Bisnis digital printing bukan sekadar urusan cetak dan selesai. Di balik mesin yang terus berjalan, ada banyak hal yang harus dikelola dengan rapi: order pelanggan, perhitungan harga, stok bahan, hingga laporan omzet. Kalau semua masih dilakukan manual, potensi kesalahan akan semakin besar seiring bertambahnya order.
Dunia percetakan terus berkembang. Kalau dulu semua proses digital printing dilakukan manual—mulai dari catat order, hitung harga, sampai laporan harian—sekarang semuanya bisa dikelola secara online. Inilah yang disebut digital printing berbasis cloud, sebuah solusi modern yang mulai banyak digunakan oleh usaha percetakan masa kini.
Banyak pelaku usaha digital printing merasa sudah ramai order, tapi entah kenapa uang selalu habis. Mesin jalan terus, tinta keluar, kertas menipis, tapi saldo tidak pernah benar-benar bertambah. Kalau ini terdengar familiar, bisa jadi masalahnya bukan di penjualan, tapi di penetapan harga.
Usaha digital printing termasuk bisnis yang kelihatannya sederhana, tapi persaingannya cukup ketat. Mulai dari cetak banner, stiker, brosur, sampai merchandise custom—semua bisa dilakukan oleh banyak pemain. Kalau tidak punya strategi yang tepat, omzet bisa stagnan bahkan turun.
Memasuki tahun 2026, industri digital printing di Indonesia terus mengalami pertumbuhan, namun di saat yang sama juga menghadapi berbagai tantangan baru. Perubahan perilaku konsumen, kenaikan biaya operasional, hingga tuntutan efisiensi membuat pengusaha digital printing harus beradaptasi lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Selisih stok bahan baku cetak merupakan salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan usaha percetakan dan digital printing di Indonesia. Masalah ini sering dialami oleh percetakan skala kecil hingga menengah, terutama yang beroperasi di kota-kota dengan tingkat order tinggi seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan kota besar lainnya.
Industri digital printing terus mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan meningkatnya kebutuhan promosi bisnis, packaging produk UMKM, branding toko, hingga kebutuhan personal seperti merchandise dan dekorasi, permintaan cetak digital terus bertambah.

Cari alternatif BIMA Cloud yang lebih murah? Temukan rekomendasi terbaik untuk UMKM dan digital printing. Inkpoint.id menjadi pilihan nomor 1 dengan fitur lengkap, harga terjangkau, dan workflow yang sesuai kebutuhan bisnis.
Industri digital printing terus berkembang pesat! Artikel ini membahas tren digital printing yang diprediksi akan populer di tahun 2026, mulai dari personalisasi massal hingga teknologi ramah lingkungan. Temukan inovasi terbaru yang bisa membantu bisnismu, termasuk **UMKM**, untuk tetap kompetitif.
Perusahaan
© 2026 InkPoint. All rights reserved.